Kamis, 28 Februari 2013
Mengatasi Berbagai Masalah Wifi di Laptop dan NetbookvHotspot-an atau surfing dengan menggunakan koneksi Wifi bukan lagi menjadi barang langkah dan aneh. Di mall, cafĂ©, hotel, terminal, bandara, warnet bahkan di sekolah-sekolah kita telah tersedia akses Wifi baik yang gratis maupun berbayar. Menggunakan Akses Wifi (terutama yang gratis) memang mengasyikan, selain lebih mudah juga kita tidak perlu dipusingkan dengan masalah kabel LAN, tinggal aktifkan Wifi di Laptop, tunggu sampai proses scaning selesai dan akhirnya kita bisa connet internet dan mulai bersurfing di dunia maya. Namun ada kalanya kita mengalami berbagai masalah Wifi, seperti tidak bisa connect atau Wifi udah connect tapi ternyata kita tidak bisa internetan. Berikut ini adalah beberapa masalah Wifi yang seri dihadapi dan solusi untuk mengatasinya. Masalah Wifi Pertama : No Wireless Connection Aneh, memang padahal kita sudah berada di area hotspot atau Wifi, tapi sang Laptop malah memberikan notifikasi No Wireless Connection. Solusi untuk masalah seperti ini diantaranya adalah Cek, jangan-jangan koneksi Wifi di Laptop belum di ON atau masih Disable Coba beralih ke tempat yang lebih dekat dengan Router atau Acces Point dan tentunya hindari penghalang seperti tembok atau peralatan lainnya yang bisa mengkibatkan sinyal Wifi terganggu. Bisa juga dicoba untuk me-restart atau Reset Wifi Router atau Acces Point Cek SSID, kebanyakan laptop atau handphone akan menemukan secara otomatis SSID dari router atau Acces Point Wifi, namun jika ternyata SSID tersebut di hidden untuk alasan keamanan, maka Anda harus menambahkan SSID secara manual. Pastikan Network Card menemukan secara otomatis IP dan Gateway setting Jangan lupa pastikan untuk driver untuk Network Card atau Wifi di Laptop sudah uptodate Jika Anda menggunakan Windows 7, gunakan fitur Repair Connection, dimana Windows 7 akan secara otomatis mengatasi masalah yang berhubungan dengan koneksi yang error. Masalah Wifi Kedua: Wireless Connection but No Internet Access Pasti Anda seringkan mengalami dimana Wifi Sudah Connect tapi Tidak Bisa Internetan atau Tidak bisa Connect ke Internet. Beberapa solusi berikut bisa membantu Anda untuk mengatasi masalah seperti ini. Cek Wireless Router – pertama Login sebagai Admin di Wireless Router, pada network status pastikan bahwa koneksi internetnya emang sudah normal alias lancar dan tidak mengalami masalah. Buka dulu Browser baik itu Firefox, Chrome atau Dolphin Browser jika Anda menggunakan HP Android. Karena di beberapa tempat atau Hotspot seperti di warnet-warnet terkadang ada halaman Login untuk bisa memulai menggunakan Wifi. Jadi begitu tersambung ke Wifi, jangan langsung cek email atau Facebookan tapi buka dulu Browser Masukan ulang kode WEP atau WPA. Beberapa Hotspot memang dilindungi dengan proteksi baik itu WPA, WEP atau WPA2 jadi pastikan bahwa Anda telah memasukan kode keamanan dengan benar Cek Mac Anddress Filtering Coba menggunakan DNS Server yang lain Masalah Wifi Ketiga : Sinyal Wifi Drop atau Turun Naik dan Tidak Stabil Saat melihat indikator sinyal wifi di area notifikasi, terlihat bahwa sinyal Wifi turun naik alias tidak stabil, untuk mengatasi masalah seperti ini. Pastikan Anda berada tidak terlalu jauh di area Wifi, beberapa hotspot kadang hanya punya jangkauan 50 meter seperti di warnet-warnet, jadi pastikan bahwa Anda duduk di tempat yang tidak terlalu jauh dan juga tidak terhalang oleh tembok atau penghalang lainnya. Jika ada dua hotspot berdekatan, terjadinya gangguan sinyal bisa saja timbul karena menggunakan Wireless Channel yang sama, karena itulah coba untuk mengganti Wireless Channel yang berbeda. Jika jangkauan Hotspot Wifi memang terbatas dan hanya beberapa meter, cobalah memakai Wireless Repeater untuk memperkuat sinyal dengan jangkauan yang lebih jauh. Cobalah untuk mengupdate driver Wifi, atau driver router Saat untuk mengupgrade Wireless Router, masalah sinyala Wifi yang drop bisa diakibatkan karena Wireless Router yang sudah mengalami masalah, dan jalan terbaik mungkin sudah saatnya Anda mengganti Wireless Router dengan yang lebih baik dan lebih jauh jangkauan sinyalnya. Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook
cara menghindari virus dari flasdisk
Saat ini flash disk merupakan sebuah tool yang sangat berarti bagi kita.
Mungkin dapat dikatakan bahwa flash disk lebih penting dimiliki
daripada komputer sendiri karena sekarang dimana-mana sudah banyak
rental komputer yang dapat di sewa untuk digunakan per jamnya. Bahkan,
seorang teman pernah mengatakan kepada saya bahwa flash disk adalah
setengah dari otaknya. Mungkin kedengaran berlebihan bagi sebagian
orang, namun begitulah pentingnya flash disk pada zaman seperti sekarang
ini.
Disamping kegunaannya yang sangat berperan dalam dunia komputer, flash disk sangat rentan terhadap virus. Bahkan flash disk juga dapat dikatakan sebuah media yang sangat baik bagi penyebaran virus. Saat Anda memasukkan flash disk Anda ke komputer yang bervirus, biasanya secara otomatis virus akan masuk ke flash disk Anda dan Anda secara tidak langsung akan ikut berperan menyebarkan virus tadi saat Anda memasukkan flash disk tersebut ke komputer lain. Parahnya lagi apabila virus tersebut masih belum ada antivirusnya, membuat Anda harus repot menginstal ulang jika tidak bisa menghapusnya secara manual.
Pada artikel kali ini saya ingin berbagi beberapa trik yang biasa saya gunakan dalam menghindari virus dari flash disk masuk ke komputer saya. Silahkan simak triknya di bawah
# Matikan Autorun
Autorun merupakan trigger yang paling umum dalam penyebaran virus. Jika Anda pengguna windows XP, Anda dapat mematikannya dengan cara
1. klik start->run
2. masukkan perintah "gpedit.msc"
3.Pilih "Administrative Template" di Computer Configuration
4. Lihat ke kolom sebelah kanan, kemudian double klik "system"
5. Double klik "Turn Off Autoplay"
6. Pilih opsi "enabled"
7. Kemudian OK
8. Restart komputer Anda.
# Tidak mengaktifkan hide file/folder dan hide protected operating system files.
Banyak virus yang tidak dapat terlihat pada komputer Anda karena settingan default di Windows adalah tidak menampilkan semua file yang hidden. Fungsinya adalah agar user tidak mendelete secara tidak segaja file-file system yang akan mempengaruhi kerja windows apabila di delete. Namun dengan cara ini virus dapat bersembunyi sehingga Anda tidak dapat mengetahui file virus ada pada flash disk Anda.
Asalkan Anda dapat berhati-hati, tidak masalah untuk menonaktifkan hide file/folder dan hide protected operating system files di komputer Anda. Caranya dengan :
1. Klik start -> my computer
2. Pada navigasi bagian atas klik "Tools"
3. Pilih opsi "Folder Options"
4. Klik "view" pada navigasi di bagian atasnya.
5. Pilih opsi "show hidden files and folders"
6. Unchecklist "hide extentions for known types" dan "hide protected operating system files (recommended)"
7. Klik OK.
Hal ini di tujukan agar virus yang menyebar via autorun.ini tidak aktif saat Anda membuka isi flash disk. Curigai lah file-file aneh dalam flash disk Anda yang tidak lazim ada. Apalagi bila folder tersebut berada dalam posisi hidden. Bila Anda melihatnya lebih baik di delete saja
Demikianlah beberapa tips dari saya untuk menghindari virus dari flash disk menginfeksi komputer Anda.
Semoga dapat membantu.
Berikut ilustrasi gambar:
1. Langkah No: 2

2. Langkah No: 3

3. Langkah No: 6

Disamping kegunaannya yang sangat berperan dalam dunia komputer, flash disk sangat rentan terhadap virus. Bahkan flash disk juga dapat dikatakan sebuah media yang sangat baik bagi penyebaran virus. Saat Anda memasukkan flash disk Anda ke komputer yang bervirus, biasanya secara otomatis virus akan masuk ke flash disk Anda dan Anda secara tidak langsung akan ikut berperan menyebarkan virus tadi saat Anda memasukkan flash disk tersebut ke komputer lain. Parahnya lagi apabila virus tersebut masih belum ada antivirusnya, membuat Anda harus repot menginstal ulang jika tidak bisa menghapusnya secara manual.
Pada artikel kali ini saya ingin berbagi beberapa trik yang biasa saya gunakan dalam menghindari virus dari flash disk masuk ke komputer saya. Silahkan simak triknya di bawah
# Matikan Autorun
Autorun merupakan trigger yang paling umum dalam penyebaran virus. Jika Anda pengguna windows XP, Anda dapat mematikannya dengan cara
1. klik start->run
2. masukkan perintah "gpedit.msc"
3.Pilih "Administrative Template" di Computer Configuration
4. Lihat ke kolom sebelah kanan, kemudian double klik "system"
5. Double klik "Turn Off Autoplay"
6. Pilih opsi "enabled"
7. Kemudian OK
8. Restart komputer Anda.
# Tidak mengaktifkan hide file/folder dan hide protected operating system files.
Banyak virus yang tidak dapat terlihat pada komputer Anda karena settingan default di Windows adalah tidak menampilkan semua file yang hidden. Fungsinya adalah agar user tidak mendelete secara tidak segaja file-file system yang akan mempengaruhi kerja windows apabila di delete. Namun dengan cara ini virus dapat bersembunyi sehingga Anda tidak dapat mengetahui file virus ada pada flash disk Anda.
Asalkan Anda dapat berhati-hati, tidak masalah untuk menonaktifkan hide file/folder dan hide protected operating system files di komputer Anda. Caranya dengan :
1. Klik start -> my computer
2. Pada navigasi bagian atas klik "Tools"
3. Pilih opsi "Folder Options"
4. Klik "view" pada navigasi di bagian atasnya.
5. Pilih opsi "show hidden files and folders"
6. Unchecklist "hide extentions for known types" dan "hide protected operating system files (recommended)"
7. Klik OK.
# Biasakan membuka folder flashdisk dengan cara klik kanan start -> explore all users dan membuka file dari navigasi root folder yang ada di sebelah kiri.
Hal ini di tujukan agar virus yang menyebar via autorun.ini tidak aktif saat Anda membuka isi flash disk. Curigai lah file-file aneh dalam flash disk Anda yang tidak lazim ada. Apalagi bila folder tersebut berada dalam posisi hidden. Bila Anda melihatnya lebih baik di delete saja
Demikianlah beberapa tips dari saya untuk menghindari virus dari flash disk menginfeksi komputer Anda.
Semoga dapat membantu.
Berikut ilustrasi gambar:
1. Langkah No: 2

2. Langkah No: 3

3. Langkah No: 6

Jenis Jaringan Komputer Berdasarkan Jarak.
Jenis Jaringan Komputer Berdasarkan Jarak.
2. Metropolitan Area Network (MAN)
3. Wide Area Network (WAN)

Topologi jaringan umum
Terdapat tiga macam topologi jaringan umum digunakan, yaitu Bus, Star dan Ring. Topologi Jaringan Topologi merupakan suatu pola hubungan antara terminal dalam jaringan komputer. Pola ini sangat erat kaitannya dengan metode access dan media pengiriman yang digunakan. Topologi yang ada sangatlah tergantung dengan letak geograpis dari masing-masing terminal, kualitas kontrol yang dibutuhkan dalam komunikasi ataupun penyampaian pesan, serta kecepatan dari pengiriman data.
a. Point to Point (Titik ke-Titik).

Topologi jaringan Point to Point (Titik ke-Titik)

Topologi jaringan Point to Point (Titik ke-Titik)
b. Star Network (Jaringan Bintang).

Topologi Star Network (Jaringan Bintang)

Topologi jaringan Star Network (Jaringan Bintang)
c. Ring Networks (Jaringan Cincin)

Ring Networks (Jaringan Cincin)

Ring Networks (Jaringan Cincin)

Ring Networks (Jaringan Cincin)
d. Tree Network (Jaringan Pohon)

Topologi Jaringan Tree Network (Jaringan Pohon)

Topologi Jaringan Tree Network (Jaringan Pohon)
e. Bus Network Konfigurasi

Topologi Jaringan Bus Network Konfigurasi

Topologi Jaringan Bus Network Konfigurasi
f. Plex Network (Jaringan Kombinasi)

Topologi Jaringan Plex Network (Jaringan Kombinasi)
Jenis jaringan berdasarkan jarak terbagi tiga, yaitu Local Area Network (LAN), Metropolitan Area Network (MAN), dan Wide Area Network (WAN).
Berikut uraiannya :
1. Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server. Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation. Antara dua tipe jaringan tersebut masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan, di mana masing-masing akan dijelaskan.
LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software, yaitu :
- Komponen Fisik Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), Kabel, Topologi jaringan.
- Komponen Software Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan.
Jaringan ini disebut sebagai jaringan area, yaitu jaringan yang terbatas untuk area kecil, seperti pada lingkungan perkantoran di sebuah gedung, sekolah, atau kampus. Dalam jaringan LAN, terdapat satu komputer yang biasa disebut server, yang fungsinya adalah untuk memberikan layanan perangkat lunak (software), mengatur aktivitas jaringan dan menyimpan file. Selain server ada pula komputer lain yang terhubung dalam jaringan (network) yang disebut dengan workstation (client). Pada umumnya teknologi jaringan LAN menggunakan media kabel untruk menghubungkan komputer-komputer yang digunakan.
LAN dapat dibedakan berdasarkan tiga karakteristik, yaitu ukuran, teknologi transmisi, dan topologinya. Teknologi transmisi yang bisa digunakan adalah transmisi kabel tunggal. Pada LAN biasa, kecepatan transmisi sekitar 10 – 100 Mbps (Megabit/second), dan faktor kesalahan kecil. Topologi yang digunakan biasanya topologi Bus, Star dan Ring.
2. Metropolitan Area Network (MAN)
Jaringan ini lebih luas dari jaringan LAN dan menjangkau antar wilayah dalam satu provinsi. Jaringan MAN menghubungkan jaringan-jaringan kecil yang ada, seperti LAN yang menuju pada lingkungan area yang lebih besar. Contoh, beberapa bank yang memiliki jaringan komputer di setiap cabangnya dapat berhubungan satu sama lain sehingga nasabah dapat melakukan transaksi di cabang maupun dalam propinsi yang sama.
3. Wide Area Network (WAN)
Jaringan ini mencakup area yang luas dan mampu menjangkau batas propinsi bahkan sampai negara yang ada dibelahan bumi lain. Jaringan WAN dapat menghubungkan satu komputer dengan komputer lain dengan menggunakan satelit atau kabel bawah laut. Topologi yang digunakan WAN menggunakan topologi tak menentu sesuai dengan apa yang akan digunakan. Topologi Jaringan (Bentuk Jaringan) Topologi Jaringan adalah gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen-komponen jaringan, yang meliputiserver, workstation, hub/Switch dan pengkabelannnya.

Topologi jaringan umum
Terdapat tiga macam topologi jaringan umum digunakan, yaitu Bus, Star dan Ring. Topologi Jaringan Topologi merupakan suatu pola hubungan antara terminal dalam jaringan komputer. Pola ini sangat erat kaitannya dengan metode access dan media pengiriman yang digunakan. Topologi yang ada sangatlah tergantung dengan letak geograpis dari masing-masing terminal, kualitas kontrol yang dibutuhkan dalam komunikasi ataupun penyampaian pesan, serta kecepatan dari pengiriman data.
a. Point to Point (Titik ke-Titik).
Jaringan kerja titik ke titik merupakan jaringan kerja yang paling sederhana tetapi dapat digunakan secara luas. Begitu sederhananya jaringan ini, sehingga seringkali tidak dianggap sebagai suatu jaringan tetapi hanya merupakan komunikasi biasa. Dalam hal ini, kedua simpul mempunyai kedudukan yang setingkat, sehingga simpul manapun dapat memulai dan mengendalikan hubungan dalam jaringan tersebut. Data dikirim dari satu simpul langsung kesimpul lainnya sebagai penerima, misalnya antara terminal dengan CPU.

Topologi jaringan Point to Point (Titik ke-Titik)

Topologi jaringan Point to Point (Titik ke-Titik)
b. Star Network (Jaringan Bintang).
Dalam konfigurasi bintang, beberapa peralatan yang ada akan dihubungkan kedalam satu pusat komputer. Kontrol yang ada akan dipusatkan pada satu titik, seperti misalnya mengatur beban kerja serta pengaturan sumber daya yang ada. Semua link harus berhubungan dengan pusat apabila ingin menyalurkan data kesimpul lainnya yang dituju. Dalam hal ini, bila pusat mengalami gangguan, maka semua terminal juga akan terganggu. Model jaringan bintang ini relative sangat sederhana, sehingga banyak digunakan oleh pihak per-bank-kan yang biasanya mempunyai banyak kantor cabang yang tersebar dipelbagai lokasi. Dengan adanya konfigurasi bintang ini, maka segala macam kegiatan yang ada di-kantor cabang dapatlah dikontrol dan dikoordinasikan dengan baik. Disamping itu, dunia pendidikan juga banyak memanfaatkan jaringan bintang ini guna mengontrol kegiatan anak didik mereka.

Topologi Star Network (Jaringan Bintang)

Topologi jaringan Star Network (Jaringan Bintang)
c. Ring Networks (Jaringan Cincin)
Pada jaringan ini terdapat beberapa peralatan saling dihubungkan satu dengan lainnya dan pada akhirnya akan membentuk bagan seperti halnya sebuah cincin. Jaringan cincin tidak memiliki suatu titik yang bertindak sebagai pusat ataupun pengatur lalu lintas data, semua simpul mempunyai tingkatan yang sama. Data yang dikirim akan berjalan melewati beberapa simpul sehingga sampai pada simpul yang dituju. Dalam menyampaikan data, jaringan bisa bergerak dalam satu ataupun dua arah. Walaupun demikian, data yang ada tetap bergerak satu arah dalam satu saat. Pertama, pesan yang ada akan disampaikan dari titik ketitik lainnya dalam satu arah. Apabila ditemui kegagalan, misalnya terdapat kerusakan pada peralatan yang ada, maka data yang ada akan dikirim dengan cara kedua, yaitu pesan kemudian ditransmisikan dalam arah yang berlawanan, dan pada akhirnya bisa berakhir pada tempat yang dituju. Konfigurasi semacam ini relative lebih mahal apabila dibanding dengan konfigurasi jaringan bintang. Hal ini disebabkan, setiap simpul yang ada akan bertindak sebagai komputer yang akan mengatasi setiap aplikasi yang dihadapinya, serta harus mampu membagi sumber daya yang dimilikinya pada jaringan yang ada. Disamping itu, sistem ini lebih sesuai digunakan untuk sistem yang tidak terpusat (decentralized-system), dimana tidak diperlukan adanya suatu prioritas tertentu.

Ring Networks (Jaringan Cincin)

Ring Networks (Jaringan Cincin)

Ring Networks (Jaringan Cincin)
d. Tree Network (Jaringan Pohon)
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 ke komputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7. Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.

Topologi Jaringan Tree Network (Jaringan Pohon)

Topologi Jaringan Tree Network (Jaringan Pohon)
e. Bus Network Konfigurasi
dikenal dengan istilah bus-network, yang cocok digunakan untuk daerah yang tidak terlalu luas. Setiap komputer (setiap simpul) akan dihubungkan dengan sebuah kabel komunikasi melalui sebuah interface. Setiap komputer dapat berkomunikasi langsung dengan komputer ataupun peralatan lainnya yang terdapat didalam network, dengan kata lain, semua simpul mempunyai kedudukan yang sama. Dalam hal ini, jaringan tidak tergantung kepada komputer yang ada dipusat, sehingga bila salah satu peralatan atau salah satu simpul mengalami kerusakan, sistem tetap dapat beroperasi. Setiap simpul yang ada memiliki address atau alam sendiri. Sehingga untuk meng-access data dari salah satu simpul, user atau pemakai cukup menyebutkan alamat dari simpul yang dimaksud.

Topologi Jaringan Bus Network Konfigurasi

Topologi Jaringan Bus Network Konfigurasi
f. Plex Network (Jaringan Kombinasi)
Merupakan jaringan yang benar-benar interactive, dimana setiap simpul mempunyai kemampuan untuk meng-access secara langsung tidak hanya terhadap komputer, tetapi juga dengan peralatan ataupun simpul yang lain. Secara umum, jaringan ini mempunyai bentuk mirip dengan jaringan bintang. Organisasi data yang ada menggunakan de-sentralisasi, sedang untuk melakukan perawatan, digunakan fasilitas sentralisasi

Topologi Jaringan Plex Network (Jaringan Kombinasi)
Langganan:
Postingan (Atom)